You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Bengkel
Logo Desa Bengkel
Desa Bengkel

Kec. Kediri, Kab. Tabanan, Provinsi Bali

INGAT PROTOKOL KESEHATAN: Rajin Mencuci Tangan, Gunakanlah Masker dan Jaga Jarak Saat Berinteraksi

Profil Masyarakat Desa

Pemdes 29 Juli 2013 Dibaca 7.890 Kali
Profil Masyarakat Desa

Berdasarkan data desa pada bulan Agustus 2020, jumlah penduduk Desa Bengkel, Kediri, Tabanan sebanyak 2314 orang dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 759 KK. Jumlah penduduk Desa Terong usia produktif (15-64 tahun) pada tahun 2020 sebanyak 1657 orang. Dari data tersebut, jumlah angkatan kerja berdasarkan tingkat pendidikannya dapat dilihat pada grafik Data Pekerjaan.

Profil Sosial Masyarakat

Sebagian besar masyarakat Desa Bengkel memeluk agama Hindu. Hanya 0,82% penduduk yang memeluk Agama lain selain Hindu. Seperti pada umumnya di Bali, pada setiap dusun yang ada di Desa Bengkel memiliki Banjar Adat dimana dimasing - masing banjar adat telah memiliki pura pengulun desa dan setra (kuburan) masing - masing. 

Ada empat banjar adat yang masuk dalam wilayah Desa Bengkel yaitu:

  1. Banjar Adat Buduk,
  2. Banjar Adat Bengkel Gede,
  3. Banjar Adat Bengkel Kawan dan
  4. Banjar Adat Telengis.

Ke empat Banjar Adat tersebut memiliki kelian adat masing - masing yang dipilih secara musyawarah oleh warga adat. Uniknya, keempat banjar Adat tersebut masuk kedalam satu kewilayahan Desa Adat yaitu Desa Adat Pekraman Bedha, dimana Desa Adat Pekraman beda mewilayahi beberapa Banjar Adat yang ada di beberapa Wilayah Desa Dinas.

Selain masyarakat Adat, di Desa Bengkel juga ada Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang berbentuk Subak yaitu Subak Bengkel. Wilayah Subak Bengkel masuk kedalam tiga wilayah Desa Dinas yaitu Desa Dinas Pejaten, Desa Dinas Bengkel dan Desa Dinas Pangkung Tibah. Diberikan nama Subak Bengkel karena wilayah Subak Bengkel yang terluas berada pada Desa Dinas Bengkel. Masyarakat subak adalah masyarakat yang lebih banyak berprofesi sebagai petani.

Di masing - masing banjar adat juga terdapat Sekha Truna Truni (STT) yang saat ini aktif dalam berbagai kegiatan baik olah raga, ekonomi, budaya dan perayaan hari - hari nasional lainnya. Rentang umur masyarakat yang dikategorikan masuk kedalam STT ini adalah masyarakat yang berusia 13 tahun sampai dengan 30 tahun atau belum menikah.

Selain itu ada juga warga masyarakat Desa Bengkel yang merantau ke wilayah lain baik antar kecamatan, kabupaten maupun provinsi. Sebagian besar mereka merantau karena alasan bekerja atau bersekolah. Biasanya, jikanada upacara keagaamaan seperti odalan, Galungan atau hari raya Nyepi, penduduk perantau ini akan pulang berkumpul bersama keluarga besarnya dalam satu natah atau sanggah.

Profil Politik Masyarakat

Warga Desa Bengkel dikenal sangat aktif dalam mensukseskan pemilihan umum baik  ditingkat desa, kabupaten, provinsi maupun pusat. Seperti halnya di Bali pada umumnya, masyarakat adat yang ada di wilayah dinas Desa Bengkel memiliki peranan sangat penting dalam setiap proses pemilu.

Masing - masing pemuka adat biasanya aktif dalam melakukan sosialisasi kepada warganya. Meskipun ada kemajemukan warga desa Bengkel dalam pilihan politik, namun proses demokrasi dapat berjalan dengan sangat baik.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

APBD 2026 Pendapatan

APBD 2026 Pembelanjaan