Pura Batan Ental, adalah sebuah Pura yang berlokasi di Banjar Bengkel Buduk dan di empon / dirawat oleh beberapa warga yang berada disekitar pura tersebut.
Di tahun 80an, di areal pura tersebut berdiri dua pohon kepuh yang menjulang tinggi dan berumur ratusan tahun. Masyarakay sering menyebutnya sebagai Kepuh Kembar.
Kepuh atau Kelumpang memiliki nama latin Sterculia Foetida adalah kerabat jauh dari pohon Kapuk Randu. Pohon Kepuh ini memang sering didapati di daerah hutan dipesisir pantai.
Konon, saking tingginya pohon kepuh tersebut, sering dijadikan sebagai mercusuar atau penanda oleh para nelayan yang sedang melaut. Jika para nelayan telah melihat pohon kepuh ini dari kejauhan, berarti daratan telah dekat.
Pada tahun 90an, pohon tersebut akhirnya harus dirobohkan mengingat usianya yang telah tua dan rantingnya yang besar membahayakan rumah yang ada disekitar jika angin bertiup kencang. Sebagai penanda keberadaan dua pohon kepuh kembar tersebut, kemudian dibuatkanlah dua buah palinggih / tempat pemujaan ditempat yang sama.
Lalu, apa makna dari nama Batan Ental? Konon ceritanya, sebelum Pohon Kepuh tersebut ada, yang ada terlebih dahulu ditempat tersebut asalah pohon ental / siwalan yang besar. Jika melihat keberadaan pohon tersebut, kita bisa bayangkan dan hitung, berapa lama peradaban tersebut telah ada di Desa Kami.
#DesaBengkel #SejarahBali #SejarahPura