You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Bengkel
Logo Desa Bengkel
Desa Bengkel

Kec. Kediri, Kab. Tabanan, Provinsi Bali

INGAT PROTOKOL KESEHATAN: Rajin Mencuci Tangan, Gunakanlah Masker dan Jaga Jarak Saat Berinteraksi

Tai dan Kencing Lembu itu Amerta,

Pemdes 05 Maret 2021 Dibaca 714 Kali
Tai dan Kencing Lembu itu  Amerta,

Dalam teks Parwa ada dinyatakan kalimat " Yapwan ikang purisa mwang eyehning wresabha pinanganta ika" yang artinya Tai dan kencing lembu itu adalah Amerta.

Bermula dari kisah Sang Uttangka yang ingin membalas kebaikan sang guru atas segala ilmu pengetahuan yang diberikan kepada dirinya. Sebagai seorang murid harus tunduk terhadap tradisi harus membayar jasa sang guru. Namun, Sang Weda menolak menerima imbalan dari sang Uttangka, maka disini terjadi polemik.

Untuk menengahi polemik ini maka ditunjuklah istri sang Weda untuk menjadi penengah. Dengan raut agak marah Sang Weda menyuruh Sang Uttangka untuk menuruti segala perintah istrinya (Sakahyun sang gurupatni yeka gawanyu).

Sang Gurupatni ternyata menginginkan anting-anting milik Sawitri, ia permaisuri raja Posya dari kerajaan Ayodya. Atas nama bhakti Sang Uttangka pergi memenuhi permintaan sang Gurupatni. Di tengah perjalanan, Uttangka bertemu dengan seorang yang sedang menunggang seekor lembu.

Tak dinyana sang penunggang lembu tahu tujuan sang Uttangka, maka ia pun memberikan saran, " jika kau ingin segera sampai di Ayodya maka minumlah tai lembuku dan juga minum juga air kencingnya". Tanpa pikir panjang Uttangka menuruti saran sang penunggang lembu. keanehan pun terjadi badannya terasa sangat ringan dan iapun segera sampai di Ayodya. Singkat cerita Uttangka mendapatkan anting-anting Sawitri di serahkan ke Gurupatni, karena bhaktinya Uttangka dianugrahi Siddhi Mantra.

Konon Penunggang lembu itu adalah Bethara Indra dan lembu sendiri adalah penjelmaan dari Gajah Airawata. Betara Indra berkenan turun karena menilai Sang Uttaka melaksanakan Guru Bhakti dan satya wacana, dan ia dianggap sukses menjadi murid (masih ikang sarwadewata dening kagurususrusanta).

Sebelumnya Uttangka tidak dapat melihat Sawitri karena dianggap tidak suci (wwang campur), tidak suci karena makan tai lembu dan meminum kencing lembu. Namun setelah melakukan pembersihan diri (acamana) barulah Uttangka mampu melihat Sawitri dan anting-anting Sawitri didapatkannya.

Himbauannya jangan makan tai dan minum kencing lembu bahaya, dia jadi amerta ketika dipakai memupuk tanaman ....

 

* Disarikan kembali oleh Putu Wawan 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

APBD 2026 Pendapatan

APBD 2026 Pembelanjaan