Mpu Kuturan gelisah akan wabah penyakit yang menimpa masyarakat Bali saat itu. Puja mantra tak lagi mempan menghalau derasnya wabah yang menjangkiti, walaupun telah mengupayakan berbagai cara. Pada suatu ketika ada dorongan nurani yang kuat mengharuskan Mpu Kuturan bersemadi di tengah kuburan tempat pembakaran mayat. Bersemadilah ia disana tepat tengah malam saat bulan mati.
Singkat cerita, ia mendapatkan petunjuk dan anugerah Ibu Durga, ia diberikan kemampuan untuk berkomunikasi dengan tumbuh-tumbuhan. seketika itu berbagai tumbuh-tumbuhan datang menghampiri Mpu Kuturan menyampaikan khasiat masing-masing bagian dari tumbuh-tumbuhan untuk bisa dijadikan obat. Dari pengalaman itulah konon usadha Taru Premana disusun dengan lengkap oleh Mpu Kuturan, pada akhirnya beliau mampu mengopati masyarakat yang tertimpa wabah.
Cerita diatas merupakan salah satu mitos yang berkembang di masyarakat Bali mengenai asal mula pengetahuan pengobatan yang diberi nama Taru Premana. Dalam perjalanannya para tetua Bali tidak hanya memiliki kemampuan ditingkat obat-obatan saja namun jauh menelusuri pengetahuan psikologi bahkan sampai tingkat roh. Jika ditelusuri secara cermat, perkembangannya ternyata tetua Bali belajar usada tidaklah parsial.
Para pengusadha yang faham pengetahuan roh akan menelusuri siapa yang berinkarnasi pada si pasien. apa karma buruk yang telah ia lakukan dimasa lalu dan bagaimana penanganannya? Dari pemahaman inilah di duga muncul upakara-upakara penebusan dan sebagainya. Dan masih banyak pengetahuan yang mesti didalami masyarakat bagi yang tertarik di dunia usadha...... Rahayu
*Disarikan kembali oleh Putu Wawan