You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Bengkel
Logo Desa Bengkel
Desa Bengkel

Kec. Kediri, Kab. Tabanan, Provinsi Bali

INGAT PROTOKOL KESEHATAN: Rajin Mencuci Tangan, Gunakanlah Masker dan Jaga Jarak Saat Berinteraksi

12 Ton Sampah Anorganik Dikumpulkan di Bank Sampah Bestari

Pemdes 23 Juli 2021 Dibaca 250 Kali
12 Ton Sampah Anorganik Dikumpulkan di Bank Sampah Bestari

Bank Sampah Bestari adalah Kelompok Swadaya Masyarakat yang dibentuk bersama Kelian Banjar Adat di Desa Bengkel. Sampai saat ini, sudah terbentuk empat Bank Sampah Unit di Desa Bengkel, dimana di masing - masing unit ada 10 kader yang ikut berpartisipasi dalam kepengurusan Bank Sampah tersebut.

Tingkat partisipasi masyarakat untuk mengikuti program Bank Sampah ini cukup baik, yaitu mencapai 70.45% dari 484 dapur yang ada di Desa Bengkel. Semenjak dimulai di akhir bulan Januari 2021, dimana pada saat itu partisipasi masyarakat baru 32.02%. Berkat edukasi yang dilakukan oleh kader, kawil dan seluruh elemen masyarakat yang terlibat selama enam bulan, partisipasi masyarakat meningkat sebanyak 38.43%.

Selama kurang lebih 6 bulan tersebut, telah terkumpul sebanyak 12 Ton sampah anorganik dengan berbagai jenis mulai dari pembungkus permen, sabun, botol plastik, besik, kardus dan lain sebagainya. Untuk data lebih detail, mari kita lihat grafik perkembangan dimasing - masing banjar berikut ini.

Dari grafik perkembangan nasabah diatas, sampai saat tulisan ini dibuat secara keseluruhan di Desa Bengkel masih tetap ada peningkatan jumlah nasabah. Namun, jumlah pertumbuhan dimasing - masing banjar sudah mulai datar dimulai dari bulan keenam. Dapat diartikan bahwa dimulai dari bulan keenam, jumlah penambahan nasabah baru sudah tidak signifikan.Padahal, jika dilihat dimasing - masing banjar masih ada warga yang belum menjadi nasabah. Di Bengkel Buduk masih ada 21,70% warga yang belum menjadi nasabah, di Bengkel Gede 31,25% sedangkan di Bengkel Kawan dan Telengis masing - masing 31,74% dan 32,02% warga yang belum menjadi nasabah.

Kemudian jika dilihat keaktifkan nasabah, dari total nasabah yang telah terdaftar dimasing-masing banjar keaktifan menabung juga terlihat mulai menurun dibulan keenam. Sebelumnya keaktifan nasbah yang mencapai 60-80%, kemudian menurun dibulan kelima menjadi 40-60%. Hal ini kemungkinan dipengaruhi juga karena tidak adanya pertumbuhan jumlah nasabah yang signifikan lagi dibulan tersebut.

Selanjutnya mari kita lihat serapan jumlah sampah. Secara keseluruhan rata - rata jumlah serapan sampah anorganik di Desa Bengkel sejumlah 2 ton tiap bulan. Dimana rata - rata setiap bulannya dimasing - masing banjar memproduksi sampah anorganik diatas 300kg. Sama seperti trend peningkatan jumlah nasabah yang telah menurun dimulai dari bulan kelima dan keenam, serapan jumlah nasbah juga terlihat menurun dimulai dari bulan kelima.

Melihat data - data tersebut, maka diperlukan upaya - upaya ekstra untuk kembali melakukan edukasi kepada warga yang saat ini belum menjadi nasabah maupun belum aktif menabung di bank sampah. Diperlukan sebuah sistem yang terintegrasi satu dengan yang lainnya, sehingga masyarakat mengerti pentingnya adanya bank sampah dan manajemen sampah dari sumber untuk kesehatan lingkungan di Desa Bengkel.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

APBD 2026 Pendapatan

APBD 2026 Pembelanjaan