Okokan adalah alat musik yang dimainkan secara kolosal oleh beberapa orang. Tidak hanya sekedar dibunyikan, okokan memiliki nilai sangat penting dalam budaya dan tradisi di Bali, khususnya di Kecamatan Kediri, yaitu sebagai penolak bala/penyakit.
Sebelum dimainkan sebagai alat musik, Okokan bernama Bandungan, dimana alat ini ukurannya lebih kecil dan biasanya dikalungkan pada leher Sapi.
Kehadiran Bupati Tabanan ke Desa Bengkel, bertepatan dengan tumpek kandang/uye mengatakan bahwa sangat tepat memainkan Okokan di hari tumpek kandang sebagai salah satu rasa bakti kepada dewa Siwa dengan kendaraan sucinya yaitu Sapi.