Survey Mawas Diri (SMD) adalah kegiatan pengenalan masalah kesehatan serta potensi sumber daya yang terkait dengan pengembangan desa siaga aktif. SMD dilaksanakan oleh kader kesehatan di masing-masing dusun dengan kunjungan rumah untuk wawancara kepala/anggota keluarga sekaligus melakukan pengamatan (observasi) langsung dan kemudian diinput melalui googleform. Responden Survey Mawas Diri (SMD) di Desa Bengkel berjumlah 212 orang, yang tersebar di masing-masing dusun sebagai berikut:
Adapun hasil analisis surveynya antara lain:
1. KESEHATAN IBU & ANAK (KIA)
Hasil analisis SMD di Desa Bengkel menunjukkan bahwa terdapat 8 responden memiliki anggota keluarga yang melahirkan dalam 1 tahun terakhir dan semuanya bersalin di fasilitas pelayanan kesehatan seperti Bidan, Puskesmas, Klinik, atau Rumah Sakit. Namun, terdapat 36,32% ibu hamil di wilayah Desa Bengkel yang baru melaporkan dan memeriksakan kehamilannya saat memasuki usia kehamilan lebih dari 12 minggu. Pelaporan dan pemeriksaan kehamilan di Desa Bengkel berdasarkan dusun dapat dilihat pada grafik di bawah ini:
Sebanyak 20% dari responden SMD Desa Bengkel yang memiliki anggota keluarga berumur 7-23 bulan, tidak mendapatkan ASI Eksklusif. Berdasarkan hasil SMD, seluruh responden yang memiliki anggota keluarga berumur di bawah 5 tahun sudah memantau pertumbuhan dan perkembangan anak mereka di posyandu serta sudah semuanya mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
2. KESEHATAN REMAJA
Hasil survey Desa Bengkel menunjukkan bahwa dari 26,42% responden yang memiliki remaja putri usia lebih dari 12 tahun, hanya sebanyak 35,71% nya sudah mengonsumsi tablet tambah darah 1 minggu sekali.
Berdasarkan Riskesdas 2018 prevalensi anemia pada remaja sebesar 32%, artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Patut diketahui bahwa anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktifitas.
Diagram di bawah ini menunjukkan bahwa seluruh responden telah memahami pencegahan anemia pada remaja putri. Sebanyak 86,32% responden menyatakan bahwa konsumsi makanan gizi seimbang adalah salah satu cara pencegahan anemia pada remaja putri.
Layanan konseling khusus remaja dianggap perlu oleh 84,91% responden dalam SMD di Desa Bengkel. Oleh karena itu, sebanyak 84,66% responden menyatakan perlu dibentuk posyandu remaja.
3. PRILAKU KESEHATAN
Perilaku kesehatan masyarakat dilihat berdasarkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun, merokok, konsumsi sayur & buah, dan aktivitas fisik. Berdasarkan grafik di bawah ini, sebagian besar masyarakat sudah menerapkan perilaku sehat dalam kesehariannya namun masih ada 49,06% anggota keluarga merokok di dalam rumah.
Berdasarkan diagram di bawah ini, sebanyak 86% responden menyatakan perlu dibuat peraturan desa tentang kawasan dilarang merokok.
4. KESEHATAN LINGKUNGAN
Kesehatan lingkungan di wilayah Desa Bengkel berdasarkan akses sumber air bersih sudah 100%, penggunaan jamban sudah 99,53% sedangkan PSN hanya dilakukan oleh 50,47%.
Pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah Desa Bengkel sebagian besar dilaksanakan dengan dipilah sebelum dibuang, diangkut truk sampah serta masih ada yang dibakar atau ditimbun.
Sebanyak 42% responden SMD menyatakan sudah ada peraturan desa tentang pengelolaan sampah, namun 52% lainnya menyatakan perlu dibuatkan lagi aturan. Oleh karena itu, hal tersebut perlu dipastikan kembali saat MMD apakah peraturan pengelolaan sampah masih belum diketahui oleh seluruh warga Desa Bengkel.
Hasil SMD menunjukkan bahwa masyarakat di Dusun Bengkel Gede yang paling banyak memanfaatkan halaman rumahnya untuk menanam tanaman yang dapat di konsumsi untuk memenuhi gizi keluarganya, yaitu sebanyak 33,33%. Cabai, sayuran, dan rimpang untuk bumbu dapur adalah beberapa contoh jenis tanaman yang sering ditanam oleh masyarakat.
5. SURVEILANS
Ketika ada anggota keluarga yang batuk-batuk lebih dari 2 minggu, sebanyak 97,17% responden menyatakan untuk berobat ke fasilitas kesehatan.
Sebagian besar responden SMD sudah mengetahui penanganan pertama jika ada yang digigit oleh hewan penular rabies seperti : anjing, kucing, monyet, kelelawar, atau rubah adalah dengan mencuci luka gigitan selama 15 menit (66,98%).