Menjelang hari raya Galungan, kader bank sampah se-desa Bengkel membuka bank sampah dengan cara yang berbeda. Selain menerima tabungan berupa sampah, kader juga memberikan kesempatan kepada warga untuk menarik tabungan dari hasil menabung sampah selama ini.
Selain menarik tabungan berupa uang, BUMDes ASASTA Desa Bengkel yang selama ini menampung dan mengelola sampah yang ditabung oleh warga tersebut juga memberikan opsi kepada warga untuk menarik tabungan mereka berupa barang seperti minyak goreng, gula, dupa, beras dan berbagai barang kebutuhan pokok lainnya.
Ada sebanyak 409 nasabah yang telah terdaftar saat ini di Desa Bengkel. Rata-rata, sebagian besar tabungan warga berjumlah antara Rp 50.000 sampai dengan Rp 400.000 selama menabung kurun waktu kurang lebih enam bulan.
Dibentuk semenjak Januari 2020, penarikan tabungan di bank sampah telah dilakukan beberapa kali. Warga yang tidak melakukan penarikan tabungan, biasanya akan menarik tabungannya enam bulan berikutnya, menjelang hari Raya Galungan.
Untuk diketahui, bank sampah di Desa Bengkel dibuka setiap bulan sekali. Sedangkan penarikan tabungan baru boleh dilakukan setelah enam bulan yaitu sebulan sebelum hari raya Galungan dimulai. Setiap kader memiliki caranya sendiri untuk menarik minat warga agar mau berbondong-bondong menabung. Misalnya dengan cara memberikan gimmick seperti sembako, sabun cuci dan berbagai kejutan lain setiap bulannya.