Pandemi Covid-19 rupanya membawa dampak positif bagi masyarakat desa Sidan, dimana perbekel desa sidan I Made Sukra mampu merubah kegelisahannya menjadi energi positif dengan merubah lahan tidur menjadi sawah produktif seluas 40 Ha dari 101 Ha luas subak
Berbekal program ketahanan pangan yang diwajibkan oleh pemerintah pusat dimasa pandemi, Made Sukra kemudian memiliki ide cemerlang untuk mengembangkan pertanian organik dengan memanfaatkan lahan tersebut. Selain itu, di areal tersebut juga dibangun sebuah rumah makan yang langsung menghadap pemandangan indah berupa terasering sawah yang selama dua tahun terakhir telah dicetak.
Mendengar informasi tersebut, Perbekel Desa Bengkel ingin belajar lebih jauh mengenai sistem yang dikembangkan, sehingga dalam waktu dua tahun Desa Sidan mampu mengembangkan lahan pertanian organik seluas 40Ha dengan memanfaatkan lahar tidur tersebut. Tentu hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan, terutama dalam merubah mindset masyarakat untuk kembali menyuburkan tanah dengan tanpa bahan kimia.
Perbekel Desa Bengkel beserta Sekdes, BUMDes ASASTA dan pekaseh subak didampingi Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan sama - sama berkunjung untuk berbagi pengalaman dan mengetahui lebih banyak kendala-kendala yang dihadapi di Desa Sidan saat pengembangan pertanian organik tersebut.
Sama seperti Desa Bengkel, Desa Sidan juga merupakan salah satu desa yang didampingi oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali dalam mengembangkan pertanian organik dalam upaya menjaga stabilitas inflasi di Bali. Oleh karena itu kemudian kami meminta agar kami difasilitasi oleh Bank Indonesia untuk belajar ke Desa Sidan yang telah lebih dahulu mengembangkan dan mengintegrasikan sistem pertanian organik.
Meskipun saat ini masih saja ada kendala di lapangan, sistem pertanian organik yang dikembangkan oleh desa Sidan telah memberikan solusi dari hulu ke hilir. Dimana di hulu sistem, petani diberikan garansi bahwa gabahnya akan dibeli dengan harga pasar yang normal dan diberikan bantuan subsidi pupuk, bibit dan ongkos tanam. Sedangkan di hilir, gabah yang telah dibeli langsung diproses menjadi beras sehat tanpa bahan kimia yang kemudian dijual oleh BUMDes, sehingga siklus perputaran perekonomian dapat terus berputar.
Harapan kami kedepan, Desa Bengkel dan Desa Sidan dapat saling bekerjasama baik dalam hal berbagi ilmu dalam proses di hulu maupun dalam hal mengedukasi pasar akan pentingnya untuk mengkonsumsi produk organik dan ramah lingkungan yang tentu selain menyehatkan tubuh kita, juga akan menyehatkan kesuburan tanah pertanian.