Keberadaan Subak di Bali merupakan warisan yang sudah diturunkan oleh nenek moyang untuk menjaga kelestarian alam, budaya dan lingkungan secara turun temurun melalui kegiatan agraris. Seperti yang telah kita ketahui, sampai saat ini keberadaan subak di Bali menjadi peranan penting dalam kemajuan Pulau Bali mulai dari sistem ketahanan pangannya hingga bonus pariwisata yang merupakan dampak besar yang dirasakan sampai saat ini.

Melihat hal tersebut, beberapa dosen dan rektor dari Universitas Muhamadiyah Malang, pada Senin 8 Mei 2023 melakukan audiensi dengan Bapak Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM untuk meminta izin akan mengusulkan Subak Bengkel sebagai salah satu site Unesco dimana subak Bengkel adalah salah satu subak yang saat ini masih menjaga kelestarian alam dan budaya melalui pertanian dari hulu hingga ke hilir.
Jika sebelumnya Subak Jatiluwih adalah salah satu subak yang telah terdaftar sebagai site Unesco dibagian hulu Kabupaten Tabanan, dibagian hilir, Subak Bengkel dianggap yang paling memiliki potensi tersebut.
Menurut Prof. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, MSc., Vice Chairman of UNESCO IHP IX WG on Ecohydrology and Water Quality yang hadir saat itu, ada empat unsur yang harus dipenuhi dalam pengajuan Subak sebagai site Unesco tersebut. Diantaranya adalah: Hydrology, Ecology, Eco-technology dan Culture / Budaya.
Setelah audiensi dengan Bapak Bupati, kemudian dilanjutkan kunjungan dan audiensi dengan Camat, Pekaseh serta Perbekel Desa Bengkel sekaligus turun kelapangan untuk melakukan verifikasi dari hulu hingga ke hilir subak selama dua hari. Dari kunjungan dan verifikasi tersebut, keberadaan Subak Bengkel akan dipresentasikan dalam forum internasional yang akan diadakan di China, dimana agendanya adalah pengusulan Subak Bengkel sebagai salah satu site Unesco karena telah memenuhi empat unsur yang telah disyaratkan tadi.
Tentu hal tersebut disambut sangat positif oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan, Perbekel serta Pekaseh yang menerima audiensi tersebut. Semoga dengan adanya usulan tersebut kedepan akan tetap dapat menjaga keberadaan dan kelestarian Subak khususnya di Desa Bengkel dan Bali pada umumnya.