Musdes perencanaan Desa Bengkel untuk tahun 2024 telah dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2023. Pada Musyawarah Desa tersebut, Perbekel Desa Bengkel menyampaikan beberapa porgram kerja yang telah berjalan dalam satu semester di tahun 2023 serta menyampaikan perkembangan kinerja pemerintah desa yang diukur menggunakan metode SDGs, sesuai dengan arahan Kementrian Desa.
Ada delapan belas indikator SDGs yang harus dicapai oleh masing - masing desa untuk mengukur tingkat kemajuan dan perkembangan desa. Dalam laporan yang disampaikan oleh Perbekel Desa Bengkel ada enam indikator nilainya naik, satu turun sedangkan sisanya masih tetap sama. Indikator yang mengalami peningkatan diantaranya adalah: Desa Tanpa Kemiskinan, Keterlibatan Perempuan Desa, Pertumbuhan Ekonomi Desa yang Merata, Desa Damai Berkeadilan, Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif. Sedangkan indikator yang mengalami penurunan dari penilaian tahun lalu adalah Desa Tanpa Kesenjangan. "Tentu dalam menjalankan program desa tidak semuanya dapat berjalan sesuai harapan, namun paling tidak ada pelajaran yang kita petik, untuk kemudian kita benahi berdasarakan masukan - masukan yang diberikan oleh masyarakat." Jelas Bapak Perbekel saat itu.
Setelah melakukan pemaparan tentang program desa yang telah dan sedang berjalan, Bapak Perbekel kemudian memberikan pemaparan mengenai program utama yang akan dikerjakan pada tahun 2024. Ada empat program utama yang menjadi sasaran Pemerintah Desa dalam membangun selama empat tahun terakhir yaitu:
- Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Digital
- Program Pertanian Organik Ramah Lingkungan
- Restrukturisasi dan Penguatan BUMDes sebagai tulang punggung ekonomi desa.
- Pemanfaatan Teknologi tepat guna untuk percepetan birokrasi dan pelayanan
Perbekel menyampaikan, "Saat ini, empat program tersebut telah berjalan. Sehingga di tahun 2024 adalah saat yang tepat untuk kita melakukan integrasi program, sehingga tercipta sebuah ekosistem yang saling menunjang, sehingga peran serta masyarakat menjadi maksimal."

Dalam pemaparannya, Perbekel Desa Bengkel menyampaikan bahwa untuk mengintegrasikan program tersebut diperlukan sebuah ekosistem yang kuat dan peran serta masyarakat yang aktif. Agar dapat tercapai maka harus dilakukan dengan metode insentif dan disinsentif sama halnya seperti program pengelolaan sampah yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.
Progam ini akan dimulai dari program Lingkungan, dimana setiap warga yang mengikuti layanan pengelolaan sampah di TPS3R Bestari akan diberikan sejumlah kemudahan dan insentif yaitu subsidi biaya pendidikan di PAUD, insentif orang tua untuk pendidikan SD serta subsidi berobat pada dokter yang ada di desa. Jumlah subsidi dan insentif akan disesuaikan dengan kemampuan Keuangan Desa setiap tahunnya yang dituangkan dalam Peraturan Kepala Desa.

Setiap warga yang mengikuti layanan pengelolaan sampah akan diberikan sebuah kartu yang dilengkapi dengan QRCode atau warga juga bisa menggunakan KTP. Selain sebagai tanda ikut layanan pengelolaan sampah, fungsi lain dari kartu tersebut diantaranya adalah:
- Menabung di bank sampah
- Mendapatkan subsidi/insentif pendidikan
- Mendapatkan subsidi kesehatan dan
- Berbelanja di warung dan masih banyak lagi transaksi yang lainnya yang akan terus dikembangkan agar kartu tersebut dapat digunakan secara maksimal.
Setiap pelanggan yang mendpatkan kartu tersebut juga secara otomatis terdaftar pada layanan mandiri Desa Bengkel. Dimana pada layanan mandiri, warga dapat mengakses layanan surat menyurat, tabungan bank sampah, jumlah subsidi dan lain sebagainya.
Dengan menerapkan satu kartu untuk semua layanan, diharapkan akan memudahkan proses administrasi dan layanan desa serta harapannya dapat mempercepat terbentuknya ekosistem yang kokoh untuk menunjang kegiatan perekonomian desa kedepan.