You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Bengkel
Logo Desa Bengkel
Desa Bengkel

Kec. Kediri, Kab. Tabanan, Provinsi Bali

INGAT PROTOKOL KESEHATAN: Rajin Mencuci Tangan, Gunakanlah Masker dan Jaga Jarak Saat Berinteraksi

Konsisten Pertahankan Lahan Pertanian, Subak Bengkel Dapat Pengakuan UNESCO

Pemdes 24 Mei 2024 Dibaca 69 Kali
Konsisten Pertahankan Lahan Pertanian, Subak Bengkel Dapat Pengakuan UNESCO

PENETAPAN Subak Bengkel sebagai warisan budaya dunia dilakukan oleh UNESCO, di wantilan Kantor Desa Bengkel yang dihadiri oleh sejumlah tokoh.

IMG-20240524-WA0047 

Yakni dari UNESCO, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Bupati Tabanan, Kamis (23/5/2024).

IMG-20240524-WA0011

Perbekel Desa Bengkel, I Nyoman Wahya Biantara, mengatakan subak bengkel ditetapkan sebagai Sites UNESCO, sejatinya pihaknya termasuk kalangan petani sama sekali tidak pernah mengusulkan.

IMG-20240524-WA0024 

UNESCO yang bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) datang ke desa, yang melihat potensi yang ada di subak bengkel. 

IMG-20240524-WA0023 

Salah satunya adalah melihat bagaimana subak terluas di Kecamatan Kediri dengan luasan lahan sebesar 335 hektare lebih, tetap konsisten bertahan di tengah banyak gempuran pembangunan akomodasi pariwisata.

IMG-20240524-WA0014  

Penetapan Subak Bengkel sebagai ecohydrology demonstration sites, membutuhkan waktu cukup panjang. Penelitian dilakukan kurang lebih selama satu tahun, dengan pendampingan langsung dilakukan oleh peneliti dari UMM Malang.

Petani diajarkan bagaimana membuat pupuk organik, pestisida organik termasuk pengolahan sampah di TPS3R. 

IMG-20240524-WA0019 

Khususnya air agar tidak terkontaminasi. Salah satunya cara yang diberikan membuat filter air di lahan pertanian dengan tanaman enceng gondok. 

"Sebenarnya cara-cara ini, semua pengolahan masuk di kearifkan lokal Subak Bengkel, cuma kami diingatkan. Bayangkan cara irigasi air dengan enceng godok seperti ini sudah ada 74 tahun yang lalu di desa," tutur Wahya Biantara.

Sumber: radarbali.jawapos.com

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

APBD 2026 Pendapatan

APBD 2026 Pembelanjaan