You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Bengkel
Logo Desa Bengkel
Desa Bengkel

Kec. Kediri, Kab. Tabanan, Provinsi Bali

INGAT PROTOKOL KESEHATAN: Rajin Mencuci Tangan, Gunakanlah Masker dan Jaga Jarak Saat Berinteraksi

Menelisik Manajemen Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kota Osaki, Jepang

Pemdes 07 Juni 2024 Dibaca 207 Kali
Menelisik Manajemen Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kota Osaki, Jepang

Akhir bulan Mei 2024 tepatnya tanggal 25 Mei sampai dengan tanggal 1 Juni 2024 kami mewakili Desa Bengkel ditugaskan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali untuk belajar sistem pengelolaan sampah berbasis sumber ke Kota Osaki yang terletak di Perfekture Kagoshima, Jepang.

Kota Osaki memiliki jumlah penduduk 15.000 jiwa. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani dan peternak. Mulai dari petani padi, sayur, teh, peternak babi, sapi, ayam, belut dan sebagainya.

IMG-20240527-WA0030

Di setiap wilayah ada komunitas warga dengan jumlah total 160 komunitas. Tiap-tiap komunitas terdiri dari 150-200 penduduk. Kalau dibandingkan dengan kondisi kita di Bali, sama dengan tempekan pada tiap-tiap banjar.

IMG-20240526-WA0044

Setiap satu bulan sekali, warga datang ke Balai Komunitas untuk membawa sampah anorgik. Pengurus komunitas tersebut telah menyediakan keranjang untuk memudahkan warga meletakan sampah yang dibawa.

InShot_20240628_204324989  

Setiap warga juga membeli plastik khusus sebagai wadah, dan warga wajib menuliskan namanya pada plastik tersebut sebelum dikumpulkan.

Bedanya, ini bukan bank sampah. Warga hanya membawa sampah dengan plastik khusus yang bisa dibeli di warung atau toko terdekat. Biasanya, plastik tersebut dibuat oleh masing-masing komunitas di Osaki.

Pada tiap-tiap balai komunitas juga tersedia station sampah.

IMG-20240527-WA0039(1) 

Tiap-tiap station akan ada 3 buah ember 30Kg, Tempat pampers (panah merah) dan terali besi tempat meletakan ember jika tidak ada jadwal pengangkutan.

Jika belum ada jadwal pengangkutan, terali besi tersebut akan dikunci sehingga tidak ada yang boleh membawa sampahnya disana.

Dan jika sudah jadwal, anggota komunitas yang ditunjuk bertanggung jawab akan membukanya, sebelum jam pengangkutan dimulai, sehingga warga sekitar dapat mulai membawa sampahnya.

IMG20240527081405 

Setiap warga diberikan ember gratis oleh Pemerintah Kota Osaki untuk meletakan sampah dapurnya.

Sedangkan untuk sampah daun, warga harus membeli plastik khusus yang tersedia di toko terdekat (sama seperti sampah anorganik).

Jika ada ranting pohon, harus dipotong dulu sepanjang 1-2 meter lalu diikat rapi.

Jika petugas angkut menemukan masih ada sampah bercampur, maka petugas angkut tidak akan mengambilnya dan menempelkan stiker pada kantong tersebut, dimana pada stiker tersebut juga dituliskan alasan, mengapa sampah tersebut tidak diangkat.

Pada setiap station penjemputan, petugas merapikan ember sampah makanan dan menggabungkan ember yang tidak penuh menjadi satu.

Ember yang kosong dibersihkan menggunakan serbuk gergaji kemudian digunakan untuk mengganti ember yang diambil pada station berikutnya.

Begitu juga jika ada sampah daun dan ranting, akan diletakan pada bagian paling depan sehingga tidak mengganggu proses naik turun ember.

Sampah organik kemudian dibawa ke Rumah Kompos SOO Recycle Center. Sebelum diproses, dilakukan dua kali penimbangan.

Penimbangan pertama untuk seluruh muatan. Setelah itu, sampah daun dan organik diturunkan, kemudian dilakukan penimbangan kedua. Sehingga didapat selisih dari dua penimbangan tersebut untuk mengetahui berat sampah makanan dan daun yang dibawa.

IMG-20240527-WA0022 

Hasil timbangan tersebut dicatat secara rinci, dan dilaporkan kepada Pemerintah Kota Osaki, sebagai pertanggungjawaban, karena biaya oprasional ditanggung oleh Pemerintah Kota Osaki.

Perlu diketahui, Pemerintah Kota Osaki bekerjasama dengan SOO Recycle Center dimana Pemerintah Kota menanggung semua biaya oprasional, sedangkan SOO Recycle Center yang menyediakan lahan Rumah Kompos dan alat-alat berat yang dibutuhkan.

Sedangkan hasil dari penjualan kompos dan daur ulang dikembalikan ke Pemerintah Kota sebagai PAD yang kemudian diputar kembali untuk biaya oprasional. Sampah kayu dan daun, dicacah menggunakan alat berat pada ruangan yang terbuka untuk mengaktifkan bakteri untuk proses kompos.

Sedangkan sampah dapur juga langsung dicacah menggunakan mesin blander. Namun, sebelum alat-alat besar tersebut ada seperti sekarang, 25 tahun yang lalu proses tersebut dilakukan secara manual, menggunakan alat-alat yang sederhana.

Mulai dari pencacahan hingga pengadukan, semua dilakukan secara manual. Komposisi sampah dapur dan sampah daun adalah 1:1, sehingga saat membuat gundukan kompos sangat penting untuk melakukan pencatatan berat agar mendapatkan kompos yang baik.

Masyarakat di Osaki tidak membayar iuran sampah. Tetapi wajib membeli kantong seperti ini. Tiap jenis sampah kantong nya berbeda.

Harganya 200 Yen, isinya 20 pcs. Dibuat oleh Asosiasi Kebersihan Kota Osaki. Merah untuk plastik, biru untuk residu, putih untuk popok.

Bagian penting lain dalam proses edukasi adalah buku panduan berikut.

InShot_20240628_204602600 

Setiap warga di Osaki memiliki buku panduan seperti ini, dimana pada buku tersebut dijelaskan 1.500 item daur ulang, dan cara penanganannya sebelum dibuang.

IMG-20240529-WA0017 

TPA di Kota Osaki ini dibuat tahun 1990 dan saat ini sudah terisi 40%. Menampung sampah dari Kota Osaki dan Sibushi dengan total jumlah pendudk 50.000 jiwa.

Dengan penerapan pemilahan dari sumber, umur TPA menjadi lebih panjang dan tidak ada bau, tidak ada gas metan tidak ada pemulung, anjing atau burung, karena yang dibuang cuma residu. Tempat kami berdiri adalah lapisan ketiga. Jadi ada dua lapisan lain yang dibawah kaki kami tersebut.

TPA sudah di desain sedemikian rupa dimana saluran air dan juga lubang gas metan telah dirancang dari awal. Sampah residu yang datang juga akan dicacah dengan alat berat sebelum kemudian di urug dengan tanah.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

APBD 2026 Pendapatan

APBD 2026 Pembelanjaan