Bertepatan dengan rainan Rambut Sedana, Buda Cemeng Klawu, dimana masyarakat Hindu Bali sebagian besar melakukan persembahan dan persembahyangan kepada Ida Hyang Rambut Sedana sebagai perwujudan Tuhan dengan fungsinya untuk memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, di Subak Bengkel dilakukan demonstrasi pemanfaatan teknologi berupa drone untuk melakukan penyemprotan pupuk organik cair pada lahan persawahan di depan balai Subak.
Demonstrasi ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkenalkan teknologi kepada petani yang ada di Subak Bengkel, dimana teknologi dapat membantu petani dalam efisiensi waktu dan tenaga dalam melakukan olah lahan.
Jika penyemprotan dilakukan menggunakan drone, 1 hektar sawah hanya memerlukan waktu kurang dari 15 menit. Dan hanya memerlukan 20 liter pupuk. Jika dibandingan dengan cara konvensional, tentu drone sangat membantu dalam mempercepat proses dan menghemat pupuk, karena penyemprotan sudah dilakukan secara presisi dengan menggunakan GPS.