Minggu, 25 Mei 2025 Badan Permusyawaratan Desa Bengkel telah mengadakan Musyawarah Desa Khusus Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bengkel. Kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 31 peserta musyawarah hadir pada kesempatan tersebut baik dari Unsur BPD, Pemerintah Desa, PKK, Bidan Desa, Tokoh Adat, Subak dan tokoh masyarakat lainnya. Hadir pula perwakilan dari Dinas Koperas Kabupaten Tabanan, Dinas PMD, Kecamatan serta pendamping desa yang memberikan pemaparan tentang syarat dan proses pembentukan Koperasi Desa Merah Putih tersebut.
Dalam sambutannya, I Ketut Sutama S.SosKetua selaku ketua BPD Bengkel menyambut baik adanya antusias masyarakat yang menghadiri kegiatan musyawarah pagi tersebut, mengingat pembentukan Kopdes Merah Putih harus segera dilakukan diseluruh Indonesia hingga akhir Mei 2025 ini. Sekaligus membuka musyawarah pagi tersebut, Ketut Sutama berharap agar Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bengkel dapat segera terbentuk sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Perbekel Bengkel Nyoman Wahya menyampaikan bahwa Desa Bengkel termasuk Desa yang paling akhir melakukan Musdessus Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ini, mengingat adanya berita dan informasi yang masih simpang siur mengenai sumber dana, unsur anggota dan kegiatan usaha yang boleh dilakukan oleh Koperasi jika sudah terbentuk. Sehingga sesuai dengan semangat Koperasi, perlu mengumpulkan berbagai tokoh yang memiliki persamaan visi untuk pembangunan desa kedepan melalui Koperasi tersebut. Proses mencari anggota masyarakat yang memiliki persamaan persepsi tersebut tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Namun demikian, meskipun paling akhir dalam melaksakan musdes di Kecamatan Kediri, Nyoman Wahya yakin kedepan Koperasi Desa Merah Putih Bengkel akan menjadi yang paling pertama dalam pelaksanaan.
Perbekel juga berharap agar semua tokoh melepaskan ego kelembagaan masing-masing dan berkumpul bersama dalam wadah ini untuk membangun desa menjadi lebih baik. "Mari tumbuhkan semangat membangun desa, lepaskan baju dan ego kelembagaan kita dan berkumpul bersama dalam wadah ini untuk membangun ekonomi kerakyatan di Desa. Setiap permasalahan yang dihadapi kedepan pasti ada jalan keluar." Ucap Nyoman Wahya dalam sesi wawancara setelah agenda musyawarah tersebut dilakukan.